HomeBasketBaru 10 Bulan, Mark Walter Lepas Lakers: Apa yang Terjadi?

Baru 10 Bulan, Mark Walter Lepas Lakers: Apa yang Terjadi?

MPOTWIN SPORTSNEWS – Los Angeles Lakers kembali menjadi sorotan setelah mengalami perubahan kepemilikan dalam waktu yang sangat singkat.

Mark Walter, yang baru mengambil alih saham pengendali Lakers dari keluarga Buss, kini sepakat menjual kepemilikannya kepada kelompok investor yang dipimpin mantan CEO Disney Bob Iger dan Joshua Kushner.

Yang membuat transaksi ini semakin mengejutkan adalah waktunya. Walter baru menjadi pemilik mayoritas Lakers sekitar 10 bulan. Pada saat membeli klub, Lakers memiliki valuasi sekitar US$10 miliar. Kini, franchise tersebut dihargai US$12,5 miliar, menjadikannya salah satu transaksi olahraga terbesar yang pernah terjadi.

Membeli Seharga US$10 Miliar

Perjalanan Mark Walter sebagai pemilik mayoritas Lakers dimulai pada 2025.

Walter mengambil alih saham pengendali dari keluarga Buss dalam kesepakatan yang memberikan valuasi sekitar US$10 miliar untuk franchise tersebut.

Transaksi itu sendiri sudah menciptakan sejarah karena menjadi salah satu penjualan tim olahraga dengan nilai tertinggi pada saat itu.

Namun, belum genap satu tahun, Lakers kembali berpindah tangan.

Kali ini, nilai yang disepakati bahkan lebih tinggi.

Dijual US$12,5 Miliar

Kelompok yang dipimpin Joshua Kushner dan Bob Iger sepakat membeli Lakers dengan nilai sekitar US$12,5 miliar.

Jika dibandingkan dengan valuasi ketika Walter membeli klub, terdapat selisih sekitar US$2,5 miliar.

Artinya, secara sederhana, Walter memperoleh keuntungan besar dari kenaikan nilai franchise dalam waktu yang sangat singkat. Reuters juga menyebut transaksi ini sebagai perubahan kepemilikan besar kedua Lakers hanya dalam kurun sekitar satu tahun.

Kesepakatan tersebut masih membutuhkan proses persetujuan dari Dewan Gubernur NBA sebelum sepenuhnya resmi.

Mengapa Walter Menjual Lakers?

Inilah bagian yang paling banyak menimbulkan pertanyaan.

Tidak ada satu alasan tunggal yang secara resmi menjelaskan mengapa Walter memilih melepas Lakers begitu cepat.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kondisi bisnis Walter di luar Lakers.

Walter merupakan tokoh bisnis besar yang memiliki berbagai kepentingan perusahaan. Aktivitas bisnisnya belakangan mendapat sorotan regulator dan penyelidikan federal terkait sejumlah persoalan finansial.

Laporan Wall Street Journal menyebut adanya tekanan likuiditas serta kebutuhan untuk memperkuat posisi sejumlah bisnis Walter. Penjualan Lakers dengan nilai sangat tinggi dapat membantu menyediakan dana sekaligus melepas aset yang sebelumnya menjadi bagian dari portofolionya.

Namun, penting untuk membedakan antara fakta yang telah dilaporkan dan dugaan mengenai motif penjualan. Tidak ada konfirmasi bahwa penyelidikan tersebut secara langsung menjadi alasan Walter menjual Lakers.

Tawaran US$12,5 Miliar Sulit Ditolak

Ada faktor lain yang jauh lebih sederhana: harga yang ditawarkan sangat besar.

Walter membeli Lakers dengan valuasi sekitar US$10 miliar. Kurang dari setahun kemudian, datang tawaran sekitar US$12,5 miliar.

Kenaikan nilai tersebut memberikan peluang keuntungan sekitar US$2,5 miliar secara nominal.

Dengan angka sebesar itu, keputusan menjual klub menjadi lebih mudah dipahami dari perspektif investasi.

Walter sendiri telah membangun portofolio bisnis dan olahraga yang luas. Lakers bukan satu-satunya aset olahraga yang berada dalam lingkup bisnisnya.

Karena itu, menjual Lakers setelah mendapatkan tawaran dengan valuasi rekor dapat dipandang sebagai keputusan bisnis, meskipun waktunya mengejutkan banyak pihak.

Lakers Jadi Aset Olahraga dengan Nilai Fantastis

Transaksi ini juga memperlihatkan betapa tinggi nilai franchise olahraga Amerika Serikat saat ini.

Lakers bukan sekadar tim basket. Mereka merupakan salah satu merek olahraga paling terkenal di dunia dengan sejarah panjang, basis penggemar global, serta nilai komersial yang sangat besar.

Nilai US$12,5 miliar membuat transaksi tersebut menjadi rekor baru untuk penjualan franchise olahraga profesional di Amerika Serikat.

Bagi investor, Lakers memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan bisnis biasa.

Klub olahraga papan atas dapat menghasilkan pendapatan dari hak siar, sponsor, tiket, merchandise, dan berbagai sumber komersial lainnya. Pada saat yang sama, nilai asetnya juga dapat meningkat seiring pertumbuhan industri olahraga.

Perubahan Terjadi di Tengah Masa Transisi Lakers

Pergantian pemilik datang ketika Lakers sendiri sedang memasuki periode perubahan besar.

Luka Doncic menjadi pusat masa depan tim setelah Lakers sebelumnya melakukan pertukaran besar yang mengirim Anthony Davis ke Dallas Mavericks.

Sementara itu, LeBron James juga telah meninggalkan Lakers dan bergabung dengan Philadelphia 76ers setelah delapan musim bersama tim tersebut.

Artinya, pergantian kepemilikan bukan satu-satunya perubahan besar yang terjadi di organisasi Lakers.

Tim kini memasuki era baru dengan Doncic sebagai salah satu fondasi utama, sementara manajemen harus menentukan arah jangka panjang franchise.

Siapa Pemilik Baru Lakers?

Kelompok pemilik baru dipimpin oleh Joshua Kushner dan Bob Iger.

Kushner dikenal sebagai investor dan pendiri Thrive Capital. Sementara Iger merupakan mantan CEO The Walt Disney Company yang memiliki pengalaman panjang di industri hiburan dan media.

Menariknya, keduanya sebelumnya memiliki ketertarikan untuk mendapatkan tim NBA melalui rencana ekspansi ke Las Vegas.

Alih-alih menunggu kemungkinan ekspansi, mereka kini memilih mengambil kesempatan untuk membeli salah satu franchise terbesar dalam sejarah NBA.

Mark Walter Pergi Setelah Periode Singkat

Mark Walter kini menjadi salah satu pemilik dengan masa kepemilikan terpendek dalam sejarah modern Lakers.

Dalam waktu kurang dari satu tahun, ia mengalami dua hal sekaligus: mengambil alih salah satu franchise paling terkenal di dunia dan kemudian menjualnya dengan valuasi yang jauh lebih tinggi.

Bagi Lakers, pergantian tersebut kembali membuka babak baru.

Bagi Walter, penjualan ini menghasilkan keuntungan finansial yang sangat besar.

Dan bagi NBA, transaksi senilai US$12,5 miliar menjadi bukti bahwa nilai franchise olahraga papan atas terus meningkat.

Kini perhatian akan beralih kepada pemilik baru. Mereka bukan hanya harus menjaga nilai bisnis Lakers, tetapi juga menghadapi tuntutan untuk mengembalikan franchise tersebut ke jalur perebutan gelar NBA.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments