HomeSepak BolaComo 1907 Jadi Kebanggaan Baru Sepak Bola Italia, Sergi Roberto Beri Pujian...

Como 1907 Jadi Kebanggaan Baru Sepak Bola Italia, Sergi Roberto Beri Pujian untuk Proyek Klub

MPOTWIN SPORTS NEWS — Como 1907 terus mencuri perhatian setelah mengalami perkembangan luar biasa dalam beberapa musim terakhir. Klub yang berada di bawah kepemilikan grup bisnis asal Indonesia tersebut kini bukan hanya mampu bersaing di Serie A, tetapi juga bersiap menjalani pengalaman bersejarah di Liga Champions 2026/2027.

Perjalanan Como memang terbilang cepat. Klub berjuluk I Lariani itu baru kembali ke Serie A pada 2024 setelah menunggu selama 21 tahun. Dua musim kemudian, mereka berhasil menembus empat besar Serie A 2025/2026 dan memastikan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Prestasi tersebut membuat Como mulai dipandang sebagai salah satu proyek paling menarik dalam sepak bola Italia. Mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan finansial, tetapi juga membangun identitas permainan yang jelas di bawah arahan Cesc Fabregas.

Fabregas membawa pendekatan sepak bola yang berani. Como mencoba menguasai permainan, membangun serangan dari belakang, serta memberikan kepercayaan besar kepada pemain muda.

Strategi itu menghasilkan perkembangan yang sangat cepat.

Dari Serie D hingga Liga Champions

Kebangkitan Como menjadi semakin menarik jika melihat kondisi klub beberapa tahun sebelumnya.

Ketika diambil alih SENT Entertainment yang terafiliasi dengan Hartono bersaudara pada 2019, Como masih berada di lingkungan kasta bawah sepak bola Italia. Sejak saat itu, pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari struktur manajemen, fasilitas, hubungan dengan komunitas lokal, hingga pengembangan tim.

Como kemudian terus naik hingga kembali ke Serie A.

Musim pertama setelah promosi menjadi tahap bagi klub untuk menyesuaikan diri dengan kompetisi kasta tertinggi. Namun, perkembangan mereka tidak berhenti hanya dengan mempertahankan status di Serie A.

Pada musim berikutnya, Como justru membuat kejutan besar.

Tim asuhan Fabregas mengakhiri Serie A 2025/2026 di posisi keempat setelah mengalahkan Cremonese 4-1 pada pertandingan terakhir. Hasil tersebut membawa Como mendapatkan tiket menuju Liga Champions.

Bagi sebuah klub yang baru beberapa tahun sebelumnya bermain di divisi bawah, pencapaian tersebut menjadi lompatan yang sangat besar.

Fabregas Bangun Identitas Permainan

Peran Cesc Fabregas tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Como.

Mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu awalnya datang ke Como sebagai pemain pada 2022. Setelah pensiun, ia melanjutkan perjalanan sebagai pelatih dan kemudian menjadi figur utama dalam proyek olahraga klub.

Fabregas mencoba membangun tim dengan filosofi yang jelas.

Como tidak ingin hanya bertahan dan menunggu kesalahan lawan. Mereka berusaha memainkan sepak bola dengan penguasaan bola, pergerakan aktif, serta keberanian menekan lawan.

Pendekatan tersebut juga berjalan bersama strategi perekrutan pemain muda.

Nama seperti Nico Paz menjadi salah satu contoh pemain yang berkembang pesat di bawah Fabregas. Como juga aktif mencari pemain muda dengan kemampuan teknik tinggi yang dianggap cocok dengan sistem permainan mereka.

Pada saat yang sama, pemain berpengalaman tetap digunakan untuk menjaga keseimbangan tim.

Sergi Roberto Ikut Rasakan Perjalanan Como

Salah satu pemain berpengalaman yang menjadi bagian dari perkembangan Como adalah Sergi Roberto.

Mantan kapten Barcelona tersebut bergabung dengan Como pada 2024, tidak lama setelah klub kembali mendapatkan promosi ke Serie A.

Roberto menghabiskan dua musim bersama I Lariani sebelum meninggalkan klub pada Juni 2026. Selama periode tersebut, ia menyaksikan langsung bagaimana Como berubah dari tim yang baru promosi menjadi peserta Liga Champions.

Ketika mengumumkan kepergiannya, Roberto memberikan penghargaan besar terhadap perjalanan Como.

Ia menilai klub memiliki visi yang jelas, ambisi tinggi, dan perhatian terhadap detail. Menurutnya, proyek Como memiliki sesuatu yang berbeda dibandingkan banyak klub lain dan masih mempunyai masa depan yang sangat cerah.

Pujian tersebut menjadi menarik karena Roberto mempunyai pengalaman panjang di level tertinggi.

Sebelum datang ke Italia, ia menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya bersama Barcelona dan merasakan berbagai pertandingan besar di La Liga maupun Liga Champions.

Karena itu, penilaiannya terhadap perkembangan Como memberikan gambaran mengenai seberapa jauh klub tersebut berubah dalam waktu singkat.

Pemain Muda Jadi Bagian Penting

Salah satu karakter utama proyek Como adalah keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda.

Fabregas tidak takut memberikan tanggung jawab besar kepada pemain yang belum mempunyai pengalaman panjang di level tertinggi.

Pendekatan tersebut terlihat sepanjang musim 2025/2026. Como mempunyai banyak pemain berusia di bawah 23 tahun yang mendapatkan menit bermain penting dalam perjalanan menuju papan atas Serie A.

Bagi Fabregas, usia bukan menjadi satu-satunya ukuran.

Jika seorang pemain mampu memahami taktik, mempunyai keberanian, serta menunjukkan kualitas dalam latihan, kesempatan bermain tetap terbuka.

Strategi ini juga membuat Como menjadi tujuan menarik bagi pemain muda.

Mereka dapat bergabung dengan klub yang mempunyai ambisi besar tanpa harus menghadapi situasi di mana pemain muda selalu berada di belakang nama-nama senior.

Como Tak Ingin Hanya Mengandalkan Uang

Perkembangan Como memang didukung pemilik dengan kemampuan finansial kuat.

Namun, Fabregas beberapa kali menolak anggapan bahwa keberhasilan timnya hanya terjadi karena besarnya dana yang dikeluarkan klub.

Menurutnya, perkembangan Como merupakan hasil dari pembangunan jangka panjang, pemilihan pemain yang tepat, dan kemampuan membuat skuad bekerja sebagai sebuah tim.

Hal itu juga terlihat dari cara klub membangun hubungan dengan kota Como.

Sejak awal kepemilikan baru, manajemen berusaha mendekati komunitas lokal melalui berbagai program sosial dan aktivitas yang melibatkan masyarakat. Tujuannya adalah menjaga Como tetap memiliki identitas lokal meski klub semakin dikenal secara internasional.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari proyek mereka.

Como ingin berkembang menjadi merek global, tetapi tidak ingin kehilangan hubungan dengan pendukung yang sudah mengikuti klub sejak mereka berada di kasta bawah.

Tantangan Liga Champions Menanti

Keberhasilan menembus Liga Champions membawa Como memasuki tahap baru.

Tantangan yang mereka hadapi tentu akan jauh lebih besar dibandingkan dua musim sebelumnya.

Liga Champions akan mempertemukan Como dengan klub-klub terbaik Eropa. Jadwal pertandingan juga menjadi semakin padat karena Fabregas harus membagi kekuatan antara Serie A dan kompetisi Eropa.

Kedalaman skuad menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Como membutuhkan lebih banyak pemain berkualitas agar dapat melakukan rotasi tanpa kehilangan karakter permainan.

Pengalaman bermain di Liga Champions juga akan menjadi sesuatu yang baru bagi sebagian besar anggota skuad.

Namun justru di situlah kesempatan Como untuk mengukur perkembangan mereka.

Dua tahun setelah kembali ke Serie A, klub tersebut kini sudah berada di panggung tertinggi sepak bola Eropa.

Bukan Lagi Sekadar Tim Kejutan

Perjalanan Como membuat mereka mulai dipandang berbeda.

Pada awalnya, keberhasilan klub kembali ke Serie A sudah dianggap pencapaian besar. Setelah itu, mereka diperkirakan membutuhkan beberapa musim hanya untuk membangun posisi yang stabil.

Kenyataannya, perkembangan berlangsung jauh lebih cepat.

Como mampu bersaing dengan klub-klub tradisional Italia dan akhirnya mendapatkan tempat di empat besar.

Bagi Fabregas, tantangan berikutnya adalah memastikan pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan satu musim.

Como harus menunjukkan bahwa mereka mampu mempertahankan kualitas ketika ekspektasi semakin tinggi dan lawan mulai memahami karakter permainan mereka.

Namun fondasi yang telah dibangun memberikan alasan untuk tetap optimistis.

Struktur klub semakin kuat, pemain muda terus berkembang, dan filosofi permainan sudah terbentuk.

Pujian dari mantan pemain seperti Sergi Roberto juga memperlihatkan bahwa perubahan Como tidak hanya terlihat dari luar. Pemain yang mengalami langsung proses tersebut melihat sebuah klub dengan arah dan ambisi yang jelas.

Kini Como 1907 memasuki musim baru dengan status berbeda.

Mereka bukan lagi hanya klub promosi atau kejutan Serie A. I Lariani kini membawa nama sepak bola Italia menuju Liga Champions dan mempunyai kesempatan untuk membuktikan seberapa jauh proyek ambisius mereka dapat berkembang.


 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments