MPOTWIN SPORTS NEWS — Timnas Basket Putri Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Salah satu program penting yang dijalani adalah pemusatan latihan sekaligus empat pertandingan uji coba di Korea Selatan pada 17 hingga 23 Agustus 2026.
Program di Korea Selatan menjadi kelanjutan dari persiapan panjang yang sudah dilakukan tim sejak awal Mei 2026. Sebelum berangkat, para pemain menjalani latihan di GOR CLS Kertajaya untuk meningkatkan kondisi fisik, membangun kekompakan, serta memperkuat pola permainan.
Timnas Basket Putri membawa 15 pemain dalam agenda kali ini. Komposisi skuad memadukan pemain berpengalaman dengan sejumlah pemain muda yang diproyeksikan menjadi bagian penting dari masa depan basket putri Indonesia.
Beberapa nama senior yang ikut dalam rombongan antara lain Agustin Gredita Retong, Ayu Sriartha, Kimberley Pierre-Louis, Nathania Oville, dan Priscilla Karen. Mereka memiliki pengalaman penting bersama Timnas Indonesia, termasuk ketika membantu Merah Putih meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja.
Selain pemain berpengalaman, terdapat Angelique Aritonang dan Faizzatus Shoimah yang sebelumnya ikut dalam perjalanan Indonesia meraih promosi ke Divisi A FIBA Women’s Asia Cup 2023. Kehadiran pemain seperti Valencia Callistan, Kezia Setiawan, Erinindita Madafa, Kartika Hatta, dan Anggita Yuliani Putri juga menambah pilihan dalam skuad.
Empat Pertandingan Jadi Ujian Penting
Selama berada di Korea Selatan, Timnas Basket Putri Indonesia dijadwalkan menjalani empat laga uji coba dalam waktu lima hari.
Pertandingan pertama berlangsung pada 18 Agustus 2026 menghadapi Cheongju KB Stars Basketball. Setelah mendapatkan waktu istirahat satu hari, Indonesia akan bertemu Incheon Shinhan Bank S-Birds pada 20 Agustus.
Ujian kemudian berlanjut dengan menghadapi Yongin Samsung Life Blueminx pada 21 Agustus. Rangkaian pertandingan ditutup melawan Dankook University Basketball pada 22 Agustus 2026.
Empat pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan para pemain dalam situasi pertandingan sesungguhnya. Latihan memang dapat digunakan untuk membangun pola permainan, tetapi pertandingan uji coba memberikan tekanan dan situasi berbeda yang sulit sepenuhnya dibuat dalam sesi latihan.
Manajer Timnas Basket Putri Indonesia, Handoyo, menjelaskan bahwa agenda di Korea Selatan diarahkan untuk mempertajam strategi sekaligus membuat tim semakin solid menjelang Asian Games.
Melalui pertandingan melawan klub-klub Korea Selatan, tim pelatih juga bisa melihat bagian permainan yang sudah berjalan baik maupun aspek yang masih perlu diperbaiki.
Mulai dari organisasi pertahanan, transisi, efektivitas serangan, hingga komunikasi antarpemain dapat diuji dalam empat pertandingan tersebut.
Indonesia Masuk Grup Berat di Asian Games
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung di Jepang mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026. Dalam cabang basket putri, Indonesia berada di Pool A bersama China dan Thailand.
Hasil undian tersebut memberikan tantangan besar bagi skuad Merah Putih.
China menjadi lawan yang mendapat perhatian serius karena memiliki kekuatan besar di level Asia. Materi pemain serta pengalaman mereka di kompetisi internasional membuat Indonesia perlu mempersiapkan strategi dengan matang ketika kedua tim bertemu.
Sementara itu, Thailand juga tidak bisa dianggap ringan. Indonesia sudah cukup mengenal permainan Thailand karena kedua tim pernah bertemu di ajang SEA Games. Pengalaman tersebut setidaknya memberikan gambaran kepada tim pelatih mengenai karakter permainan calon lawannya.
Handoyo menilai hasil pembagian grup cukup menarik. Target utama Indonesia adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin agar mampu bersaing dan membuka peluang lolos dari fase grup.
Chemistry Jadi Salah Satu Fokus
Dengan kombinasi pemain senior dan pemain muda, membangun chemistry menjadi salah satu pekerjaan penting selama masa persiapan.
Pemain berpengalaman memiliki peran besar dalam menjaga kestabilan permainan sekaligus membantu pemain yang lebih muda beradaptasi dengan tuntutan pertandingan internasional.
Di sisi lain, kehadiran pemain muda memberikan energi serta pilihan baru bagi tim. Mereka juga mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari pemain yang sebelumnya pernah menghadapi pertandingan penting bersama Timnas Indonesia.
Uji coba di Korea Selatan menjadi tempat yang tepat untuk menyatukan kedua kelompok tersebut.
Empat pertandingan dalam jadwal yang cukup padat juga dapat membantu tim pelatih melihat bagaimana pemain merespons kelelahan, melakukan rotasi, dan mempertahankan kualitas permainan ketika waktu pemulihan terbatas.
Hal-hal seperti itu akan sangat penting saat Indonesia memasuki Asian Games, ketika setiap pertandingan memiliki tekanan jauh lebih besar.
Persiapan Masuki Tahap Penting
Dengan waktu sekitar satu bulan menuju Asian Games, program di Korea Selatan menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan Timnas Basket Putri Indonesia.
Hasil pertandingan uji coba tentu menjadi perhatian, tetapi tujuan utamanya bukan sekadar mengejar kemenangan. Tim pelatih membutuhkan pertandingan tersebut untuk menguji strategi dan mengetahui kesiapan setiap pemain sebelum menghadapi kompetisi sesungguhnya.
Setelah menjalani rangkaian uji coba, evaluasi akan menjadi bagian penting berikutnya. Setiap kelemahan yang terlihat selama pertandingan masih memiliki waktu untuk diperbaiki sebelum Indonesia berangkat ke Jepang.
Timnas Basket Putri Indonesia memiliki tantangan besar di Asian Games 2026 karena harus menghadapi China dan Thailand sejak fase grup. Namun, persiapan panjang serta kesempatan bertanding menghadapi tim-tim Korea Selatan diharapkan mampu membuat skuad Merah Putih datang dengan kondisi yang lebih siap.
Empat laga uji coba tersebut akhirnya bukan hanya menjadi tempat mengukur kemampuan. Agenda di Korea Selatan juga menjadi kesempatan untuk mempertajam strategi, memperkuat chemistry, dan menemukan pola permainan terbaik sebelum Indonesia menghadapi persaingan sebenarnya di Aichi-Nagoya.


