MPOTWIN SPORTS NEWS — Dunia sepak bola kini tidak hanya menjadi tempat bagi para pemain bintang untuk membangun karier di atas lapangan. Sejumlah nama besar mulai memperluas perannya dengan masuk ke dunia bisnis dan menjadi pemilik maupun investor klub sepak bola.
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menjadi dua nama terbaru yang mengambil langkah tersebut. Messi resmi menjadi pemilik klub Catalonia, UE Cornellà, sedangkan Ronaldo mengambil 25 persen saham UD Almería melalui perusahaan investasinya.
Langkah dua pemain yang selama bertahun-tahun menjadi rival terbesar di lapangan itu memperlihatkan perubahan menarik. Para pesepak bola elite kini mulai mempersiapkan kehidupan setelah pensiun dengan tetap berada dekat dengan olahraga yang membesarkan nama mereka.
Mereka tidak selalu memilih menjadi pelatih atau direktur olahraga. Sebagian justru ingin berada pada posisi yang lebih tinggi dengan ikut menentukan arah sebuah klub.
Lionel Messi Ambil Alih UE Cornellà
Messi menjadi perhatian setelah UE Cornellà mengumumkan bahwa pemain asal Argentina tersebut resmi mengakuisisi klub pada April 2026.
Cornellà merupakan klub yang berbasis di Cornellà de Llobregat, wilayah yang berada dekat Barcelona. Hubungan tersebut membuat investasi Messi memiliki nilai tersendiri karena sebagian besar perjalanan sepak bola profesionalnya dibangun bersama Barcelona.
Cornellà berdiri sejak 1951 dan dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pemain muda.
Beberapa pemain terkenal pernah melewati sistem pembinaan klub tersebut. Jordi Alba, David Raya, hingga Gerard Martin termasuk nama yang mempunyai hubungan dengan akademi Cornellà.
Bagi Messi, proyek ini tidak hanya berbicara tentang membeli sebuah tim.
Fokus jangka panjangnya juga diarahkan kepada pembinaan pemain lokal, pengembangan akademi, dan memperkuat struktur klub agar mampu berkembang secara bertahap.
Pengaruh nama Messi bahkan sudah terlihat dari sisi komersial. Perhatian terhadap Cornellà meningkat drastis setelah kabar akuisisi diumumkan dan jangkauan klub di media sosial ikut bertambah.
Messi juga sebenarnya sudah mulai masuk dalam proyek kepemilikan klub di luar Spanyol. Bersama Luis Suárez, ia terlibat dalam pembentukan Deportivo LSM di Uruguay.
Namun Cornellà menjadi proyek yang berbeda karena membawa Messi kembali memiliki hubungan langsung dengan sepak bola Catalonia setelah bertahun-tahun menjadi ikon Barcelona.
Cristiano Ronaldo Ambil 25 Persen Saham Almería
Cristiano Ronaldo mengambil jalur yang sedikit berbeda.
Pada Februari 2026, Ronaldo resmi membeli 25 persen saham UD Almería, klub Spanyol yang berusaha kembali menuju La Liga. Investasi dilakukan melalui CR7 Sports Investments.
Ronaldo memang sudah beberapa kali berbicara mengenai ketertarikannya terhadap bisnis kepemilikan klub.
Pemain asal Portugal tersebut melihat posisi pemilik sebagai salah satu jalan yang menarik ketika karier bermainnya selesai.
Dengan investasi di Almería, Ronaldo mendapatkan pengalaman pertamanya sebagai pemegang saham klub profesional.
Almería juga bukan lingkungan yang sepenuhnya asing baginya.
Ronaldo menghabiskan sembilan musim bersama Real Madrid dan sangat memahami karakter sepak bola Spanyol. Pengalaman tersebut dianggap bisa memberikan nilai tambahan kepada proyek Almería, meskipun pengelolaan harian klub tetap berada pada manajemen yang sudah ada.
Menariknya, Ronaldo sempat menyaksikan Almería bertemu klubnya saat ini, Al-Nassr, dalam pertandingan pramusim pada Agustus.
Situasinya cukup unik. Di satu sisi Ronaldo masih menjadi pemain Al-Nassr, tetapi di sisi lain ia juga mempunyai saham di Almería. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk klub Spanyol itu.
Vinicius Junior Ikut Berinvestasi di Alverca
Bintang Real Madrid lainnya, Vinicius Junior, juga sudah masuk ke bisnis kepemilikan klub.
Vinicius menjadi bagian dari kelompok investor Brasil dan Spanyol yang membeli saham mayoritas FC Alverca di Portugal pada Februari 2025.
Kelompok tersebut mengambil sekitar 70 hingga 80 persen saham klub dengan nilai transaksi yang dilaporkan mendekati 10 juta euro.
Waktu masuknya Vinicius terbilang menarik.
Tidak lama setelah perubahan kepemilikan, Alverca berhasil mendapatkan promosi menuju kasta tertinggi Portugal.
Meski begitu, Vinicius tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaan sehari-hari.
Perannya lebih banyak berada di belakang layar dan membantu meningkatkan daya tarik serta profil internasional Alverca. Bahkan pihak klub menggambarkannya sebagai salah satu pendukung paling terkenal mereka.
Nama besar Vinicius tetap memiliki nilai.
Bagi klub yang tidak mempunyai kekuatan finansial seperti Benfica, Porto, atau Sporting CP, perhatian internasional yang dibawa seorang bintang Real Madrid dapat membantu dalam pemasaran maupun menarik pemain baru.
Kylian Mbappé Jadi Pemilik Mayoritas Caen
Rekan Vinicius di Real Madrid, Kylian Mbappé, bahkan sudah lebih dahulu menjadi pemilik klub.
Melalui Coalition Capital yang menjadi bagian dari perusahaan Interconnected Ventures, Mbappé membeli saham mayoritas klub Prancis SM Caen pada 2024.
Perusahaan miliknya mengambil sekitar 80 persen kepemilikan klub, dengan nilai investasi yang dilaporkan sekitar 15 juta euro.
Namun perjalanan Mbappé sebagai pemilik menunjukkan bahwa memiliki klub sepak bola tidak selalu membawa hasil cepat.
Ketika akuisisi dilakukan, Caen masih berada di Ligue 2 dan mempunyai ambisi untuk kembali ke kasta tertinggi.
Alih-alih mendapatkan promosi, performa tim justru menurun dan Caen terdegradasi ke Championnat National pada akhir musim 2024/2025.
Tekanan dari pendukung juga ikut meningkat.
Situasi tersebut menjadi pelajaran bahwa reputasi besar seorang pemain tidak otomatis menjamin keberhasilan ketika berada di sisi kepemilikan.
Mbappé kemudian melakukan sejumlah perubahan untuk memperbaiki proyek, termasuk memperkuat struktur olahraga klub.
Caen kini berusaha membangun kembali tim dengan target kembali menuju Ligue 2.
Luka Modric Pilih Swansea City
Luka Modric juga mengambil langkah masuk ke dunia kepemilikan klub ketika pada April 2025 diumumkan sebagai investor sekaligus salah satu pemilik Swansea City.
Swansea mengonfirmasi bahwa mantan gelandang Real Madrid tersebut bergabung dengan kelompok pemilik klub untuk membantu perkembangan mereka baik dari sisi olahraga maupun bisnis.
Berbeda dengan Messi maupun Mbappé yang memiliki kendali lebih besar terhadap klubnya, Modric merupakan pemilik minoritas.
Namun pengalaman sepak bolanya tetap dinilai memiliki nilai besar bagi Swansea.
Modric dapat memberikan pandangan mengenai pemain, lingkungan tim, hingga bagaimana sebuah klub membangun budaya kompetitif.
Ia juga disebut bersedia membantu ketika Swansea mencoba meyakinkan pemain yang menjadi target transfer.
Masuknya Modric ternyata diikuti beberapa figur terkenal lainnya.
Rapper Snoop Dogg kemudian menjadi investor Swansea pada Juli 2025, sementara pengusaha dan figur televisi Amerika Serikat Martha Stewart menyusul pada Desember tahun yang sama.
Kehadiran nama-nama terkenal itu membantu Swansea meningkatkan perhatian internasional terhadap klub.
Target utama mereka tetap jelas, yaitu membuat Swansea berkembang dan pada akhirnya kembali bersaing menuju Premier League.
Thibaut Courtois Bangun Jaringan Beberapa Klub
Jika pemain lain baru mulai berinvestasi dalam satu klub, Thibaut Courtois mengambil pendekatan yang lebih luas.
Kiper Real Madrid tersebut menggunakan perusahaan investasi NXTPLAY, yang ia dirikan bersama Gonzalo Vila, untuk masuk ke beberapa proyek klub sepak bola.
Pada Februari 2026, Courtois bergabung dalam proyek kepemilikan Le Mans FC di Prancis. Ia masuk melalui NXTPLAY bersama beberapa investor terkenal lainnya.
Kemudian pada Mei 2026, NXTPLAY menjadi salah satu pemilik CD Extremadura di Spanyol.
Extremadura sendiri sedang berada dalam periode perkembangan yang menarik setelah mendapatkan empat promosi secara beruntun dan mencapai Primera Federación.
Namun investasi Courtois yang mungkin paling emosional datang pada Juni.
Ia kembali ke klub tempat karier profesionalnya dimulai, KRC Genk, bukan sebagai pemain melainkan investor minoritas.
Genk mengonfirmasi bahwa investasi tersebut dilakukan melalui NXTPLAY dan menjadikan Courtois bagian dari struktur kepemilikan klub masa kecilnya.
Pendekatan Courtois menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya tertarik memiliki satu klub.
NXTPLAY mempunyai rencana mengembangkan jaringan investasi olahraga yang lebih luas. Model seperti ini mengingatkan pada konsep multi-klub yang sudah digunakan sejumlah kelompok besar di sepak bola dunia.
Kepemilikan Klub Jadi Pilihan Baru Pemain Elite
Fenomena tersebut memperlihatkan perubahan cara pemain sepak bola mempersiapkan masa depan.
Pada masa lalu, pilihan yang paling umum setelah pensiun adalah menjadi pelatih, komentator, agen, atau bekerja sebagai direktur di sebuah klub.
Sekarang kepemilikan klub menjadi jalur lain.
Penghasilan besar selama menjadi pemain, kontrak sponsor, dan investasi di luar lapangan membuat bintang elite mempunyai modal untuk masuk langsung ke industri sepak bola sebagai pemilik.
David Beckham menjadi salah satu contoh paling terkenal.
Mantan pemain Manchester United dan Real Madrid tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan Inter Miami dan berhasil menjadikan klub MLS itu sebagai salah satu tim yang paling dikenal secara global.
Keberhasilan proyek seperti itu memberikan gambaran bahwa mantan pemain dapat memberikan pengaruh besar bukan hanya melalui kemampuan sepak bola, tetapi juga melalui jaringan bisnis, reputasi, dan kekuatan merek pribadi.
Tidak Semua Proyek Akan Langsung Berhasil
Tetapi menjadi pemain hebat dan menjadi pemilik klub merupakan dua pekerjaan berbeda.
Sebagai pemain, hasil sangat bergantung pada kemampuan individu dan tim di lapangan.
Sebagai pemilik, tantangannya jauh lebih luas.
Mereka harus memikirkan keuangan, perekrutan, akademi, fasilitas, sponsor, struktur manajemen hingga strategi jangka panjang.
Perjalanan Mbappé di Caen menjadi contoh bahwa investasi besar tidak langsung menghasilkan prestasi.
Sebaliknya, proyek seperti Alverca menunjukkan bagaimana investasi yang dilakukan pada waktu tepat dapat beriringan dengan perkembangan klub.
Karena itu, perjalanan Messi, Ronaldo, Vinicius, Mbappé, Modric, dan Courtois sebagai investor masih membutuhkan waktu sebelum benar-benar dapat dinilai berhasil atau tidak.
Satu hal sudah terlihat jelas: generasi pemain elite saat ini semakin melihat sepak bola bukan hanya sebagai tempat bekerja selama karier mereka.
Mereka juga melihatnya sebagai bisnis dan proyek jangka panjang.
Messi kini mempunyai Cornellà, Ronaldo memiliki bagian dari Almería, Mbappé mengendalikan Caen, Vinicius terlibat di Alverca, Modric menjadi bagian Swansea, sementara Courtois mulai membangun jaringan investasinya sendiri.
Rivalitas mereka mungkin tetap menjadi bagian dari sejarah ketika berbicara tentang prestasi di lapangan.
Namun di luar pertandingan, persaingan generasi bintang sepak bola tampaknya mulai memasuki arena baru: siapa yang mampu membangun klub paling sukses sebagai pemilik.


