HomeRacingVeda Ega Pratama Jadi Andalan Honda, Sumbang Hampir Separuh Poin di Moto3...

Veda Ega Pratama Jadi Andalan Honda, Sumbang Hampir Separuh Poin di Moto3 2026

MPOTWIN SPORTS NEWS Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, terus menunjukkan performa menjanjikan pada musim debutnya di Moto3 2026. Di tengah ketatnya persaingan kelas Moto3, Veda bukan hanya mampu bersaing di papan atas klasemen pembalap, tetapi juga menjadi salah satu sosok penting bagi Honda dalam perebutan poin konstruktor.

Veda saat ini menempati posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 97 poin. Catatan tersebut menjadi pencapaian positif bagi pembalap Indonesia yang sedang menjalani musim pertamanya secara penuh di kejuaraan dunia Moto3.

Performa Veda semakin menarik perhatian karena kontribusinya terhadap Honda. Dari total 154 poin konstruktor yang dikumpulkan Honda, sebanyak 74 poin berasal dari hasil ketika Veda menjadi pembalap Honda terbaik dalam sebuah seri. Angka tersebut berarti kontribusinya mendekati separuh total poin Honda sepanjang musim berjalan.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa Veda tidak hanya mengejar hasil pribadi. Penampilannya juga memiliki pengaruh besar terhadap posisi Honda dalam persaingan antarpabrikan di Moto3.

Dalam sistem klasemen konstruktor, poin suatu pabrikan pada setiap balapan mengikuti hasil pembalap terbaik yang menggunakan motor pabrikan tersebut. Karena itu, tidak seluruh 97 poin pribadi Veda otomatis masuk sebagai poin konstruktor Honda. Namun, keberhasilannya berkali-kali menjadi pembalap Honda terdepan membuat kontribusinya sangat besar.

Veda membela Honda Team Asia dengan mengendarai Honda NSF250RW. Sejak awal musim, pembalap asal Gunungkidul tersebut sudah memperlihatkan kemampuan bersaing dengan sejumlah pembalap yang lebih berpengalaman. Pada seri pembuka di Thailand, misalnya, Veda langsung finis kelima.

Tidak lama kemudian, Veda berhasil meraih podium ketika finis ketiga di Grand Prix Brasil. Hasil tersebut memberinya 16 poin dan menjadi salah satu bukti bahwa dirinya mampu bersaing di barisan depan pada tahun pertamanya di Moto3.

Perjalanannya tentu tidak selalu berjalan mulus. Moto3 terkenal memiliki persaingan yang sangat rapat, sehingga perubahan posisi bisa terjadi dalam waktu singkat. Kesalahan kecil, penalti, maupun insiden di lintasan dapat membuat seorang pembalap kehilangan banyak posisi.

Veda juga sempat mengalami akhir pekan yang berat, termasuk ketika menjalani balapan di Hungaria. Ia harus menerima long lap penalty dan akhirnya berada di luar zona poin. Situasi seperti itu menjadi bagian dari proses adaptasi pembalap muda menghadapi kompetisi dunia yang memiliki tekanan tinggi.

Meski demikian, Veda mampu mempertahankan posisinya di kelompok atas klasemen. Konsistensi menjadi salah satu hal penting yang membuatnya tetap berada di peringkat keenam dengan 97 poin setelah rangkaian balapan musim 2026.

Pencapaian tersebut juga semakin menarik karena Veda masih berstatus rookie. Ia harus beradaptasi dengan motor, sirkuit baru, karakter lawan, hingga ritme akhir pekan balapan yang berbeda dibandingkan kompetisi yang pernah dijalaninya sebelumnya.

Bagi Honda, performa Veda memberikan keuntungan besar. Ketika pembalap Honda lainnya mengalami kesulitan, Veda beberapa kali mampu menjadi wakil terbaik pabrikan Jepang tersebut dan membawa pulang poin penting untuk klasemen konstruktor.

Kontribusinya juga menunjukkan bahwa Honda Team Asia memiliki pembalap muda yang dapat dikembangkan untuk jangka panjang. Terlebih, Honda memang menggunakan program balap sebagai salah satu jalur pengembangan talenta menuju level kompetisi yang lebih tinggi. Honda sendiri tetap aktif dalam ajang Grand Prix dunia melalui program motorsport mereka.

Musim Moto3 2026 masih menyisakan sejumlah seri sehingga posisi klasemen masih dapat berubah. Tantangan bagi Veda adalah mempertahankan konsistensi sambil terus memperbaiki hasil balapan agar dapat mendekati pembalap yang berada di atasnya.

Jika mampu terus mengumpulkan poin secara rutin, peluang Veda untuk mengakhiri musim di posisi tinggi tetap terbuka. Pengalaman yang didapat sepanjang musim pertamanya juga akan menjadi modal penting dalam perkembangan kariernya.

Bagi Indonesia, performa Veda menjadi kabar positif karena mampu membawa nama pembalap Tanah Air bersaing di kejuaraan dunia. Sementara bagi Honda, kontribusi hampir separuh poin konstruktor membuat pembalap muda Indonesia tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan mereka di Moto3 2026.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments