HomeBasketHenry Lakay Tinggalkan Satya Wacana Setelah 9 Tahun, Sang Kapten Akhiri Perjalanan...

Henry Lakay Tinggalkan Satya Wacana Setelah 9 Tahun, Sang Kapten Akhiri Perjalanan di Salatiga

Henry Lakay Akhiri Perjalanan Bersama Satya Wacana

SALATIGA — Satya Wacana Salatiga harus melepas salah satu sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan klub. Henry Cornelis Lakay mengakhiri kebersamaannya dengan Satya Wacana setelah sembilan tahun memperkuat tim tersebut.

Momen perpisahan Henry berlangsung pada Jumat (7/8/2026) dan dibagikan melalui akun media sosial resmi klub. Dalam kesempatan tersebut, Lakay menyampaikan pesan kepada rekan-rekannya sekaligus menutup perjalanan panjangnya bersama tim asal Salatiga itu.

Kepergian Henry menjadi momen emosional karena sepanjang karier profesionalnya, Satya Wacana merupakan satu-satunya klub yang pernah ia bela.

Sembilan Tahun Bersama Satya Wacana

Henry bergabung dengan Satya Wacana pada musim 2017-2018. Ketika itu, ia datang sebagai pemain muda yang sebelumnya sudah menarik perhatian lewat kiprahnya di level junior.

Sebelum masuk ke kompetisi profesional, Henry pernah terpilih dalam DBL All-Star 2015. Ia kemudian memperkuat kontingen Jawa Barat pada PON 2016 dan mendapat kesempatan membela Timnas 3×3 Indonesia di FIBA 3×3 Asia Cup 2018.

Perjalanannya di level profesional tidak selalu berjalan mulus. Cedera ACL membuat Henry harus menjalani operasi dan melewatkan satu musim kompetisi.

Meski sempat menghadapi berbagai kendala, ia tetap bertahan dan menjadi bagian dari Satya Wacana selama bertahun-tahun.

Lakay Jadi Sosok Senior di Satya Wacana

Peran Henry di Satya Wacana tidak hanya terlihat dari kontribusinya ketika berada di lapangan. Ia juga dikenal sebagai salah satu pemain senior yang membantu membangun suasana positif di dalam tim.

Pelatih Satya Wacana, Jerry Lolowang, pernah menggambarkan Henry sebagai sosok yang memberikan energi kepada tim. Kehadirannya dianggap penting, terutama karena banyak pemain Satya Wacana masih berusia muda.

Henry mampu memberikan dukungan kepada rekan setim, baik ketika bermain maupun saat berada di bangku cadangan.

Karena peran tersebut, kepergiannya bukan sekadar kehilangan seorang pemain, tetapi juga meninggalkan kekosongan dari sisi kepemimpinan di dalam tim.

Catatan 153 Pertandingan di IBL

Selama delapan musim kompetisi bersama Satya Wacana, Henry Lakay mencatatkan 153 penampilan pada musim reguler.

Ia menghasilkan rata-rata 5,4 poin, 3 rebound, dan 1,3 assist per pertandingan dengan persentase tembakan 39,8 persen. Catatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya bersama klub.

Menariknya, sejak memulai karier profesional hingga berpisah dengan Satya Wacana, Henry belum pernah berganti klub.

Nomor punggung 12 pun memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan Henry bersama tim tersebut.

Satya Wacana Beri Penghormatan

Satya Wacana turut menyampaikan pesan khusus untuk Henry setelah sembilan tahun kebersamaan.

Klub mengenang perjalanan tersebut sebagai bagian penting dalam sejarah mereka. Bagi Satya Wacana, Henry bukan hanya pemain yang pernah mengenakan seragam klub, tetapi juga sosok yang ikut melewati berbagai fase perkembangan tim.

Setelah perpisahan ini, perjalanan Henry di dunia basket profesional memasuki babak baru.

Perpisahan Sang Kapten

Sembilan tahun tentu bukan waktu yang singkat. Henry Lakay datang sebagai pemain muda dan kemudian berkembang menjadi salah satu sosok senior di Satya Wacana.

Kini, kebersamaan tersebut resmi berakhir.

Bagi Satya Wacana, tantangan berikutnya adalah melanjutkan perjalanan tanpa salah satu figur yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari identitas tim.

Sementara bagi Henry, babak baru dalam kariernya telah menanti setelah sembilan tahun mengabdikan diri bersama Satya Wacana Salatiga.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments