Silverstone – Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, memilih meredam ekspektasi menjelang balapan MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Meski pernah mencatat kemenangan gemilang di lintasan tersebut pada musim lalu, ia menilai situasi yang dihadapi kali ini sangat berbeda.
Bezzecchi masih menjalani proses pemulihan setelah mengalami cedera tulang selangka akibat kecelakaan di MotoGP Jerman. Cedera tersebut memaksanya mengakhiri akhir pekan balapan lebih cepat dan tidak dapat mengikuti Sprint Race maupun balapan utama.
Jeda kompetisi selama libur musim panas dimanfaatkan pembalap asal Italia itu untuk memulihkan kondisi fisiknya. Meski perkembangan yang dirasakan cukup positif, Bezzecchi mengakui dirinya belum berada dalam kondisi ideal untuk tampil maksimal.
Selain bahu yang masih memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya, ia juga mengungkapkan bahwa lutut kirinya belum sepenuhnya bebas dari rasa nyeri. Karena itu, ia tidak ingin menetapkan target yang terlalu tinggi saat kembali mengaspal di Silverstone.
Musim lalu, Silverstone menjadi salah satu momen terbaik Bezzecchi bersama Aprilia. Memulai balapan dari posisi ke-10, ia mampu tampil konsisten sepanjang lomba hingga berhasil merebut kemenangan dengan keunggulan yang meyakinkan atas para pesaingnya. Hasil tersebut sekaligus menjadi salah satu pencapaian penting bagi Aprilia pada musim itu.
Meski memiliki catatan positif di sirkuit tersebut, Bezzecchi menegaskan bahwa kemenangan sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan untuk menghadapi balapan tahun ini. Menurutnya, setiap musim memiliki tantangan yang berbeda, baik dari sisi kondisi fisik pembalap, performa motor, maupun persaingan di lintasan.
Fokus utama Bezzecchi saat ini adalah menemukan kembali ritme balapnya serta membantu tim mengembangkan performa motor sepanjang akhir pekan. Ia berharap dapat menunjukkan peningkatan pada setiap sesi sebelum berbicara mengenai peluang finis di barisan depan.
MotoGP Inggris akan menjadi kesempatan penting bagi Bezzecchi untuk mengukur hasil pemulihannya sekaligus melihat daya saing Aprilia menghadapi paruh kedua musim 2026. Jika kondisinya terus membaik, bukan tidak mungkin pembalap berusia 27 tahun tersebut kembali menjadi salah satu penantang kuat di papan atas. Namun untuk saat ini, ia memilih tetap realistis dan menjalani setiap sesi balapan selangkah demi selangkah.


