HomeRacingVeda Ega Pratama Tinggal Selangkah Lagi Tembus 100 Poin, Posisi Lima Besar...

Veda Ega Pratama Tinggal Selangkah Lagi Tembus 100 Poin, Posisi Lima Besar Moto3 Masih Terbuka

MPOTWIN SPORTS NEWS — Veda Ega Pratama terus menunjukkan perkembangan positif dalam musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia tersebut kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 97 poin.

Jumlah tersebut membuat Veda berada sangat dekat dengan salah satu pencapaian penting pada musim pertamanya, yakni menembus angka 100 poin.

Untuk melewati 100 poin, Veda membutuhkan sedikitnya empat poin tambahan sehingga koleksinya menjadi 101. Dalam sistem poin Moto3, empat angka diberikan kepada pembalap yang finis di posisi ke-12. Jika finis ke-13, Veda mendapatkan tiga poin dan tepat mencapai 100 poin.

Meski demikian, angka 100 bukan satu-satunya target yang bisa dikejar pembalap berusia 17 tahun tersebut. Posisi keenam yang saat ini ditempatinya masih dapat berubah karena persaingan di papan atas Moto3 berlangsung sangat ketat.

Posisi Keenam Belum Aman

Berada di posisi keenam menjadi pencapaian yang cukup menjanjikan bagi Veda, terlebih dirinya menjalani musim penuh pertamanya di Moto3.

Namun, mempertahankan posisi tersebut tidak akan mudah.

Setiap balapan dapat menghasilkan perubahan besar di klasemen karena selisih poin antarpembalap relatif dekat. Satu hasil bagus bisa membawa seorang rider naik beberapa posisi, sementara gagal mendapatkan angka juga bisa membuat posisinya terancam oleh pembalap di belakang.

Karena itu, Veda membutuhkan konsistensi pada seri-seri berikutnya.

Targetnya bukan hanya memastikan dirinya kembali berada di zona poin, tetapi juga berusaha menyelesaikan balapan sedekat mungkin dengan kelompok depan.

Untuk naik dari posisi keenam, Veda juga tidak bisa hanya bergantung pada hasilnya sendiri. Ia perlu mendapatkan poin lebih banyak daripada pembalap yang berada di atasnya sehingga jarak di klasemen bisa terus dipangkas.

Kualifikasi Jadi Salah Satu Faktor Penting

Salah satu hal yang perlu diperhatikan Veda adalah hasil kualifikasi.

Moto3 dikenal memiliki rombongan balap yang sangat rapat. Terlalu jauh memulai balapan dari belakang membuat seorang pembalap harus mengambil lebih banyak risiko untuk mengejar kelompok terdepan.

Posisi start yang lebih baik bisa membuat Veda memiliki kesempatan lebih besar untuk berada dalam kelompok depan sejak awal balapan. Hal tersebut juga membantu mengurangi risiko kehilangan banyak waktu akibat terjebak dalam rombongan besar.

Veda sebenarnya sudah beberapa kali menunjukkan kecepatan dalam sesi kualifikasi maupun latihan.

Di GP Belanda, misalnya, ia berhasil melewati Q1 dan kemudian mengamankan posisi ketujuh dalam kualifikasi dengan catatan waktu 1 menit 40,690 detik.

Namun konsistensi masih menjadi pekerjaan yang harus terus diperbaiki.

Di Brno, Veda sempat mencatatkan posisi kedelapan dalam kualifikasi, tetapi menerima penalti turun 12 posisi karena dinilai berkendara terlalu lambat di beberapa bagian lintasan. Ia akhirnya harus memulai balapan dari posisi ke-20.

Pengalaman seperti itu menjadi pelajaran penting karena kesalahan kecil sebelum balapan dapat membuat pekerjaan pada hari Minggu jauh lebih sulit.

Veda Sudah Bikin Sejarah untuk Indonesia

Terlepas dari posisi klasemen saat ini, musim 2026 sudah memberikan pencapaian bersejarah bagi Veda.

Pembalap asal Gunungkidul tersebut menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium dalam balapan Grand Prix kelas prototipe setelah finis ketiga pada GP Brasil.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Veda memiliki kemampuan untuk bersaing dengan para pembalap terbaik Moto3.

Sebagai rookie, ia juga harus menghadapi tantangan tambahan berupa adaptasi terhadap sirkuit baru, karakter balapan yang berbeda, serta tekanan kompetisi dunia.

Moto3 sering menghadirkan balapan dengan banyak pembalap berada dalam satu kelompok. Posisi dapat berubah hanya dalam beberapa tikungan sehingga seorang rider harus memiliki kemampuan mengambil keputusan dengan cepat.

Dalam kondisi seperti itulah pengalaman setiap seri menjadi sangat berharga untuk perkembangan Veda.

Kontribusi Besar untuk Honda

Performa Veda juga memberikan dampak penting bagi Honda dalam klasemen konstruktor.

Honda tercatat mengumpulkan 154 poin konstruktor, dengan 74 poin di antaranya berasal dari hasil ketika Veda menjadi pembalap Honda terbaik. Angka itu sekitar 48 persen dari total perolehan konstruktor Honda yang disebut dalam laporan.

Kontribusi tersebut membuat Veda menjadi salah satu pembalap penting bagi pabrikan Jepang tersebut pada Moto3 2026.

Namun Honda masih menghadapi tugas berat untuk mengejar KTM.

KTM berada di puncak klasemen konstruktor dengan 295 poin, sedangkan Honda berada di posisi kedua dengan 154 poin. Artinya, terdapat jarak 141 poin di antara kedua pabrikan berdasarkan data yang dilaporkan pada 19 Agustus 2026.

Dengan selisih sebesar itu, Honda tentu tidak dapat hanya mengandalkan Veda.

Pembalap Honda lainnya seperti Guido Pini, Adrian Fernandez, dan Jesus Rios juga perlu mendapatkan hasil bagus agar jarak dengan KTM dapat diperkecil.

Empat Poin Bisa Jadi Target Awal

Target terdekat Veda sekarang cukup sederhana: kembali finis di zona poin.

Jika mampu finis posisi ke-12 atau lebih baik, tambahan minimal empat poin akan membawa koleksinya melewati angka 100. Sistem Moto3 memberikan lima poin untuk posisi ke-11, empat poin untuk posisi ke-12, tiga poin untuk posisi ke-13, dua poin untuk posisi ke-14, dan satu poin untuk posisi ke-15.

Namun dengan posisi keenam klasemen, Veda tentu memiliki alasan untuk membidik hasil lebih tinggi.

Finis keenam memberikan 10 poin, posisi kelima menghasilkan 11, sementara podium memberikan minimal 16 poin. Satu hasil besar karena itu dapat memberikan dampak jauh lebih signifikan terhadap posisinya di klasemen.

Pada akhirnya, perjalanan menuju lima besar tidak dapat ditentukan hanya melalui satu syarat sederhana.

Veda perlu terus mencetak poin sekaligus mendapatkan hasil lebih baik daripada pembalap yang berada di depannya.

Konsistensi Jadi Kunci

Veda sudah menunjukkan bahwa dirinya memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan.

Tantangan berikutnya adalah mengubah kecepatan tersebut menjadi hasil yang konsisten.

Kesalahan dalam kualifikasi, penalti, atau gagal mencetak poin dapat memberikan pengaruh besar dalam persaingan Moto3. Hal itu pernah dirasakan Veda di Hungaria ketika long lap penalty membuatnya kehilangan posisi dan akhirnya finis ke-16 tanpa mendapatkan poin.

Sebaliknya, ketika seluruh akhir pekan berjalan dengan baik, Veda sudah membuktikan dirinya mampu bertarung untuk podium.

Dengan 97 poin dan posisi keenam, kesempatan untuk memperbaiki klasemen masih terbuka.

Target 100 poin kini tinggal sangat dekat. Tetapi bagi Veda, pencapaian tersebut bisa menjadi sekadar langkah awal.

Jika mampu menjaga konsistensi dalam kualifikasi, menghindari kesalahan, dan rutin berada di kelompok depan saat balapan, peluang untuk naik dari posisi keenam dan menutup musim debut Moto3 dengan pencapaian lebih tinggi masih sangat terbuka.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments