MPOTWIN SPORTS NEWS — Max Verstappen bersiap menghadapi akhir pekan yang emosional di Formula 1 GP Belanda 2026. Balapan di Circuit Zandvoort pada 21-23 Agustus 2026 akan menjadi penyelenggaraan terakhir Dutch Grand Prix sebelum sirkuit tersebut keluar dari kalender Formula 1 setelah musim ini.
Bagi Verstappen, akhir pekan tersebut memiliki arti khusus. Zandvoort bukan sekadar salah satu lintasan dalam kalender, tetapi merupakan balapan kandang yang selama beberapa tahun dipenuhi ribuan pendukungnya dengan warna oranye khas Belanda.
Pembalap Red Bull itu ingin menggunakan kesempatan terakhir tersebut untuk menikmati atmosfer bersama para penggemar. Meski tentu tetap ingin mendapatkan hasil terbaik, Verstappen melihat akhir pekan di Zandvoort sebagai kesempatan untuk merayakan perjalanan GP Belanda sejak kembali ke Formula 1.
Zandvoort Akan Tinggalkan Kalender Formula 1
Formula 1 sebelumnya telah memastikan bahwa kontrak Circuit Zandvoort hanya diperpanjang hingga musim 2026. Promotor Dutch Grand Prix kemudian memutuskan tidak melanjutkan penyelenggaraan setelah kontrak tersebut berakhir.
Dengan demikian, balapan pada Minggu, 23 Agustus 2026, akan menjadi GP Belanda terakhir berdasarkan kalender yang telah diumumkan saat ini.
Formula 1 kembali ke Zandvoort pada 2021 setelah sebelumnya tidak menggelar GP Belanda sejak 1985. Sejak kembali, balapan tersebut dengan cepat menjadi salah satu acara dengan atmosfer paling khas karena dukungan besar kepada Verstappen.
Tahun terakhir juga dibuat semakin spesial karena Zandvoort untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah format Sprint. Akhir pekan dimulai dengan latihan bebas dan Sprint Qualifying pada Jumat, kemudian Sprint serta kualifikasi pada Sabtu sebelum balapan utama digelar Minggu.
Verstappen Punya Kenangan Manis di Kandang
Verstappen memiliki hubungan kuat dengan sirkuit sepanjang 4,259 kilometer tersebut.
Sejak GP Belanda kembali pada 2021, pembalap tuan rumah itu langsung mendominasi tiga edisi pertama. Verstappen memenangi balapan di Zandvoort pada 2021, 2022, dan 2023, membuat namanya sangat identik dengan kebangkitan Dutch Grand Prix.
Dalam lima GP terakhir di Zandvoort sebelum edisi 2026, Verstappen juga selalu mampu finis di posisi dua besar. Catatan tersebut menunjukkan betapa kuatnya performa sang pembalap ketika tampil di depan pendukung sendiri.
Namun, situasi musim 2026 berbeda.
Red Bull tidak lagi mendominasi seperti pada beberapa musim sebelumnya. Verstappen belum meraih kemenangan dalam 11 Grand Prix pertama musim ini, meskipun ia tetap beberapa kali naik podium dan bersaing di barisan depan. Hasil resmi Formula 1 mencatat posisi terbaiknya sejauh ini termasuk runner-up di Austria dan Hungaria.
Karena itu, kemenangan di Zandvoort tentu akan menjadi penutup yang sangat istimewa apabila bisa diwujudkan.
Fokus Nikmati Dukungan Orange Army
Verstappen menyadari bahwa kesempatan tampil dalam GP kandang tidak akan tersedia lagi pada musim berikutnya.
Ia karena itu lebih memilih menikmati momen bersama para penggemar daripada terlalu terbebani tuntutan untuk memberikan kemenangan.
Pendukung Verstappen yang dikenal sebagai Orange Army selama ini menjadi bagian besar dari identitas GP Belanda. Tribun Zandvoort hampir selalu berubah menjadi lautan oranye ketika pembalap Red Bull tersebut berada di lintasan.
Untuk memperingati akhir pekan terakhir ini, Verstappen dan Red Bull juga menyiapkan nuansa khusus dengan perlengkapan balap serta helm yang menonjolkan warna oranye.
Bagi Verstappen, hilangnya Formula 1 dari Zandvoort juga tidak berarti sirkuit tersebut akan berhenti digunakan. Lintasan di pesisir Laut Utara itu tetap dapat menjadi tuan rumah berbagai kegiatan dan kejuaraan balap lainnya setelah GP Belanda tidak lagi masuk kalender F1.
Zandvoort Punya Karakter yang Berbeda
Circuit Zandvoort juga mempunyai karakter yang membuatnya berbeda dari sebagian besar sirkuit modern.
Lintasannya relatif sempit, cepat, memiliki beberapa tikungan dengan kemiringan tinggi, serta area gravel yang membuat kesalahan kecil dapat memberikan konsekuensi besar kepada pembalap.
Karakter old-school tersebut membuat sesi kualifikasi menjadi sangat penting karena peluang menyalip tidak selalu mudah.
Formula 1 musim 2026 akan menjalani 72 lap dalam balapan utama di sirkuit sepanjang 4,259 kilometer tersebut.
Kehadiran Sprint juga membuat tantangan tahun ini semakin besar. Tim hanya memiliki satu sesi latihan bebas sebelum memasuki Sprint Qualifying sehingga waktu untuk menemukan setelan mobil terbaik menjadi jauh lebih terbatas.
Red Bull karena itu harus bekerja cepat agar Verstappen bisa merasa nyaman dengan mobil sejak Jumat.
Penutup Sebuah Era di Belanda
Berakhirnya GP Belanda setelah 2026 akan menutup perjalanan singkat namun berkesan sejak Zandvoort kembali ke kalender.
Formula 1 menyebut keputusan berhenti setelah musim 2026 berasal dari promotor setelah berbagai opsi keberlanjutan sempat dibicarakan, termasuk kemungkinan penyelenggaraan secara bergantian.
Bagi Verstappen, akhir pekan ini kemungkinan akan terasa berbeda dibandingkan kunjungan sebelumnya.
Ia tidak hanya datang sebagai pembalap Red Bull yang ingin mengejar hasil maksimal, tetapi juga sebagai tokoh yang memiliki peran besar dalam meningkatnya popularitas GP Belanda sejak kembali pada 2021.
Apa pun hasil yang diperoleh pada Minggu nanti, GP Belanda 2026 akan menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Verstappen.
Jika mampu kembali naik ke podium tertinggi, Verstappen tentu bisa memberikan perpisahan sempurna kepada pendukung tuan rumah. Namun bahkan tanpa kemenangan, atmosfer Zandvoort dan kesempatan terakhir tampil di depan Orange Army tetap membuat akhir pekan ini menjadi salah satu seri paling spesial dalam kalender Formula 1 2026.


