MPOTWIN SPORTS NEWS — DPP PERBASI mulai mempersiapkan Timnas Basket 3×3 Indonesia U-17 untuk menghadapi SEABA 3×3 U-17 Batam 2026. Langkah awal dilakukan melalui seleksi nasional yang berlangsung di GBK Arena Senayan, Jakarta Pusat, pada 15-16 Agustus 2026.
Seleksi tersebut menjadi bagian penting dalam pencarian pemain muda terbaik yang nantinya akan memperkuat tim putra dan putri Indonesia. SEABA 3×3 U-17 Batam 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18-20 September 2026.
Pelatih kepala Wahyu Widayat Jati memimpin langsung proses seleksi. Sebanyak 24 pemain putra dan 24 pemain putri mendapatkan kesempatan mengikuti rangkaian penilaian untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan tim pelatih.
Namun, tidak seluruh pemain akan langsung masuk ke tahap berikutnya. Dari peserta yang mengikuti seleksi, PERBASI berencana memilih 12 pemain putri dan 16 pemain putra untuk melanjutkan proses pembentukan tim nasional.
Proses seleksi dilakukan secara menyeluruh. Tim pelatih tidak hanya melihat kemampuan pemain ketika memegang bola, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik, teknik individu, kemampuan menyerang, akurasi tembakan, hingga mentalitas saat berada di lapangan.
Tahap awal seleksi diisi dengan sejumlah pengujian fisik. Para pemain menjalani tes lompatan vertikal, sprint, serta beep test yang digunakan untuk melihat tingkat kebugaran dan kapasitas fisik masing-masing peserta.
Setelah itu, penilaian berlanjut ke kemampuan teknik. Pemain diuji melalui sejumlah latihan individual serta kemampuan melakukan tembakan. Mereka juga mengikuti simulasi pertandingan dua lawan dua dan tiga lawan tiga agar tim pelatih bisa melihat kemampuan mengambil keputusan dalam situasi permainan.
Wahyu menilai data dari proses seleksi penting untuk membantu PERBASI memiliki standar yang lebih jelas dalam menentukan pemain tim nasional usia muda. Selain digunakan untuk memilih pemain, hasil tes tersebut juga dapat menjadi gambaran mengenai aspek yang masih perlu ditingkatkan oleh para peserta.
Basket 3×3 mempunyai karakter permainan yang berbeda dibandingkan basket 5×5. Jumlah pemain yang lebih sedikit membuat setiap pemain dituntut memiliki kemampuan individu yang kuat dan mampu menjalankan beberapa peran sekaligus.
Karena itu, PERBASI mencari pemain yang tidak hanya unggul dalam satu aspek. Kemampuan menembak, teknik individu, kondisi fisik, agresivitas, serta mental bertanding menjadi beberapa bagian yang mendapat perhatian serius dalam proses pemilihan skuad.
Permainan 3×3 juga berlangsung dengan tempo cepat dan menuntut pemain mengambil keputusan dalam waktu singkat. Kontak fisik dan tekanan selama pertandingan membuat ketangguhan mental menjadi faktor penting selain kemampuan teknik.
Bagi para pemain muda yang dipanggil, seleksi di Jakarta menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju seragam Timnas Indonesia. Persaingan ketat membuat setiap peserta harus menunjukkan kualitas terbaik selama proses penilaian.
Seleksi ini juga menjadi langkah awal Indonesia untuk membentuk tim yang kompetitif sebelum tampil di Batam. Dengan waktu persiapan sekitar satu bulan menuju turnamen, tim pelatih perlu segera mendapatkan komposisi pemain yang sesuai dengan kebutuhan permainan.
Setelah pemain terbaik terpilih, fokus selanjutnya akan mengarah pada pembentukan chemistry, peningkatan kondisi fisik, serta penyempurnaan pola permainan. Persiapan tersebut penting agar tim putra maupun putri Indonesia dapat tampil maksimal ketika menghadapi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Ajang SEABA 3×3 U-17 Batam 2026 juga menjadi kesempatan penting bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman di level internasional. Bagi PERBASI, turnamen ini dapat menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk menemukan dan mengembangkan generasi baru basket Indonesia.
Dengan seleksi yang dilakukan secara detail, PERBASI berharap bisa menemukan pemain yang memiliki kemampuan lengkap dan siap menghadapi karakter keras serta cepat dari basket 3×3.


