Jakarta, 4 Agustus 2026 – Juara dunia MotoGP sembilan kali, Marc Marquez, mengungkapkan kekagumannya terhadap legenda MotoGP Casey Stoner. Menurut pembalap Ducati Lenovo Team itu, gaya balap Stoner merupakan salah satu yang paling mengesankan dalam sejarah MotoGP dan menjadi inspirasi baginya dalam mengembangkan kemampuan di lintasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Marquez saat membahas evolusi motor MotoGP dan perubahan karakter balap yang akan semakin terasa dengan hadirnya regulasi baru pada musim 2027. Meski dikenal memiliki gaya balap yang unik dan agresif, Marquez mengaku tetap belajar dari para legenda yang pernah mendominasi kejuaraan dunia.
Kagum pada Kemampuan Casey Stoner
Marquez menilai Casey Stoner memiliki kemampuan luar biasa dalam mengendalikan motor, terutama saat melibas tikungan dengan gaya sliding yang sangat natural. Menurutnya, kemampuan tersebut sulit ditiru oleh pembalap lain karena membutuhkan feeling yang sangat tinggi terhadap motor.
Ia mengakui bahwa di era MotoGP modern, karakter motor sudah jauh berbeda dibanding masa ketika Stoner masih aktif membalap. Penggunaan aerodinamika yang semakin kompleks membuat pembalap kini harus menjaga kestabilan motor agar tidak kehilangan performa saat memasuki tikungan.
Aerodinamika Ubah Cara Pembalap Menikung
Marquez menjelaskan bahwa perkembangan teknologi aerodinamika membuat gaya balap MotoGP berubah drastis. Jika pada masa lalu pembalap masih bisa mengandalkan sliding untuk mempertahankan kecepatan di tikungan, kini teknik tersebut justru dapat mengurangi efektivitas aerodinamika dan membuat catatan waktu menjadi lebih lambat.
Karena itu, pembalap harus lebih presisi saat mengendalikan motor, terutama ketika memasuki dan keluar dari tikungan. Kesalahan kecil saja bisa berdampak besar terhadap performa selama balapan.
Dukung Regulasi Baru MotoGP 2027
Selain membahas gaya balap, Marquez juga menyatakan dukungannya terhadap regulasi MotoGP 2027 yang akan mengurangi penggunaan perangkat aerodinamika serta menurunkan kapasitas mesin menjadi 850 cc. Menurutnya, perubahan tersebut berpotensi membuat balapan menjadi lebih menarik karena pembalap akan memiliki ruang lebih besar untuk menunjukkan kemampuan individu.
Ia bahkan berharap pembatasan aerodinamika dilakukan lebih jauh agar aksi saling salip kembali menjadi salah satu daya tarik utama MotoGP.
Fokus Pertahankan Persaingan Gelar
Memasuki paruh kedua musim 2026, Marquez masih berada dalam persaingan perebutan gelar juara dunia bersama para rivalnya. Dengan performa kompetitif Ducati dan pengalaman yang dimilikinya, pembalap asal Spanyol itu optimistis dapat terus bersaing hingga seri-seri terakhir musim ini.
Bagi Marquez, mempelajari kelebihan para legenda seperti Casey Stoner bukan berarti menyalin gaya balap mereka sepenuhnya. Ia menilai setiap pembalap memiliki karakter masing-masing, tetapi selalu ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari para juara dunia terdahulu.


